Senin, 12 Desember 2011

Nikon D 300s vs Canon EOS 7d


Nikon D300s vs Canon EOS 7D

2011 ! Ya,tahun ini adalah tahun persaingan antara 2 kubu produsen,pasti dong tau merk apa yang biasanya bersaing ketat menggapai posisi pertama,Canon vs Nikon,ya 2 produsen kelas atas ini selalu berkompetisi untuk mendapatkan podium pertama dalam persaingan D-SLR.Keduanya punya sejarah panjang di dunia fotografi, punya koleksi lensa yang lengkap dan punya dua kelompok kelas DSLR yaitu kelas sensor APS-C dan sensor full frame. Kamera DSLR bersensor APS-C sendiri biasa dikenal sebagai DSLR crop-sensor karena ukuran sensornya yang lebih kecil dari ukuran film 35mm, menyebabkan lensa yang terpasang mengalami koreksi fokal (crop factor). Nah, bicara soal DSLR APS-C, kita mengenal DSLR paling basic sampai paling canggih, mulai dari harga 5 juta hingga 20 juta. Kali ini saya coba ulas pertarungan dua DSLR paling bergengsi, paling canggih dan paling panas di kelas DSLR APS-C.
Nikon D300s vs Canon EOS 7D
Nikon D300s vs Canon EOS 7D
Nikon D300s mungkin cuma menambah fitur HD movie pada produk lamanya D300 (tanpa huruf s), tapi D300s tetaplah menjadi DSLR Nikon tercanggih di kelas APS-C. Kamera semi-pro ini punya keunggulan di jumlah titik AF yang mencapai 51 titik, dan di seri D300s ini kini sudah dilengkapi dengan dual memory card. Di lain pihak, Canon EOS 7D merupakan kejutan dari Canon setelah mereka dianggap kurang sukses dengan EOS 50D-nya. EOS 7D menjadi DSLR APS-C dengan resolusi tertinggi sepanjang sejarah dengan 18 MP (atau 50% lebih tinggi dari Nikon D300s yang ‘cuma’ 12 MP) dan EOS 7D memperbaiki kekurangan utama di 50D dalam urusan titik fokus (dari 9 titik menjadi 19 titik AF).
Baik D300s ataaupun EOS 7D sama-sama kamera kelas atas yang berbodi magnesium alloy, tangguh untuk dipakai outdoor dan punya 100% viewfinder coverage. Dari luar, keduanya pun tampak mirip dengan layar LCD 3 inci beresolusi tinggi, tampak atas keduanya memiliki top LCD, dan saat melihat jeroannya pun kedua kamera ini punya banyak kesamaan. Unit shutterkeduanya teruji hingga 150.000 kali jepret, sementara keduanya mampu mendukung wireless flash, plus dilengkapi fitur virtual horizon. Soal kinerja, keduanya memang pekerja cepat dengan kemampuan 7 fps. Meski keduanya mampu dipakai hingga ISO 6400 (bahkan 7D mampu hingga ISO 12800), namun sensor APS-C sendiri menurut saya memiliki batas aman di ISO 3200 saja.
Perbedaan mendasar antara keduanya hanyaalah dalam hal-hal minor. Sensor CMOS dari EOS 7D yang dijelali 18 juta piksel mungkin akan jadi kelebihan atau bisa jadi kekurangan dari kamera Canon ini. Bila kebutuhan akan resolusi ekstra tinggi begitu besar, maka 7D ini cocok dipilih daripada membeli DSLR full frame 24 MP yang lebih mahal. EOS 7D juga lebih cepat dengan 8 fps, bahkan saat memakai file format RAW 14-bit. Belum lagi pilihan akan resolusi HD video (1080i atau 720p) dan pilihan frame rate (30 atau 24 fps), sementara Nikon D300s hanya menyediakan 720p 24 fps saja. EOS 7D juga menyediakan histogram saat mode live-view yang berguna untuk mengevaluasi eksposure.
Nikon D300s unggul dalam keleluasaan dual slot memori untuk back-up dan manage data foto. Kita juga bisa menentukan file RAW disimpan di memori pertama dan file JPEG disimpan di memori kedua, secara bersamaan. D300s juga punya banyak titik AF (51 titik) meski EOS 7D memperkenalkan zone AF di 19 titiknya. D300s juga punya fitur unik yaitu memotret dengan senyap dengan suara cermin yang pelan (quiet shutter release).
Artikel ini ditulis hanya untuk memberi gambaran kesamaaan dan perbedaan antara dua kamera DSLR kelas elit dari Nikon dan Canon, dan bukan dimaksudkan sebagai panduan untuk membeli kamera DSLR kelas semi-profesional. Alasannya adalah karena mereka yang memilih DSLR seharga 20 jutaan seperti ini tentu adalahlah para fotografer serius yang sudah sangat mengerti apa yang akan mereka pilih, dan juga mereka telah memiliki sistem lengkap seperti lensa dan lampu kilat yang satu merk. Tapi seandainya diantara pembaca ada yang sedang bimbang akan memilih EOS 7D atau Nikon D300s, percayalah, kamera manapun yang anda pilih akan membuat anda puas dan ketagihan memotret….

1 komentar:

Adimas Indra mengatakan...

saya prefer 5D mark II mas hasbi...menurut saya hasil image quality sangat memuaskan.. :)

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management